Selasa, 03 April 2012

ILMU IKHLAS, YANG WAJIB KITA KETAHUI



Ikhlas adalah kata yang sering kita dengar dan kita ucapkan...Kata yang begitu ringan dan mudah untuk disebut dan terasa enak di dengar...Namun, cukup sulit untuk merealisasikannya...
Inti ikhlas adalah beramal hanya untuk Allah semata...Seratus persen untuk Allah, LILLAAH, bukan sembilan puluh sembilan koma sembilan persen...Benar-benar seratus persen untuk Allah, murni untuk Allah dan karena Allah tanpa ada yang lain...Tidak terkontaminasi oleh niat-niat lain walau hanya nol koma satu persen atau kurang dari itu...
Oh betapa sulitnya...Tidak ada seorangpun yang mengetahui tentang keikhlasan orang lain karena tempatnya di dalam hati dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah...


Kita diperintah untuk memperbaiki diri dan niat kita dan bukan membahas niat dan hati orang lain...
Orang yang mengaku telah berbuat keikhlasan berarti dia belum ikhlas dan keikhlasannya perlu di ikhlaskan lagi......
Amal yang tidak didasarkan oleh keikhlasan atau yang ikhlas namun terkontaminasi oleh niat-niat lain adalah amal yang sia-sia di sisi Allah dan tidak berarti sedikitpun, bahkan pelakunya akan mendapatkan hukuman daripadanya...Oh betapa ruginya...
Orang yang telah mengeluarkan harta, tenaga, pikiran, waktu dan lainnya akan menjadi sia-sia kalau tidak murni keikhlasannya, bahkan ia akan mendapatkan hukuman dan penyesalan...Diantara syarat diterimanya amal adalah ikhlas...Pelajaran tentang ikhlas dan niat adalah pelajaran yang wajib.

Orang yang paling rugi adalah orang yang menyangka telah berbuat kebaikan yang sangat banyak namun ternyata semuanya adalah sia-sia di hadapan Allah, tidak berarti dan bahkan ternyata ia mendapat hukuman daripadanya...

Allah berfirman: "Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al-Furqaan: 23)...

Seorang hamba yang menginginkan keikhlasan dalam seluruh aktifitasnya hendaklah berniat dalam melaksanakan aktifitasnya dengan niat-niat sebagai berikut:

- Hendaklah dalam beramal dilandasi oleh keimanan kepada Allah, dan ini adalah niat yang paling prinsip karena tanpa keimanan semua amalan akan menjadi sia-sia, tidak berarti dan tidak bernilai sedikitpun di sisi Allah.
- Berniat cinta Allah.
- Berniat mengagungkan dan memuliakan Allah.
- Berniat untuk taat dan beribadah kepada Allah.
- Berniat mencari ridha Allah.
- Berniat mendapatkan kedamaian dan kelezatan bersama Allah ketika berbuat ketaatan dan beribadah kepadaNya.
- Berniat mengharapkan kenikmatan dan kelezatan memandang Wajah Allah pada hati kiamat dan ketika di surga.
- Berniat agar dijadikan istiqamah.
- Berniat agar mati husnul khatimah.
- Berniat mencari pahala, ganjaran dan balasan kebaikan dari Allah di dunia dan di akhirat.
- Berniat mendapatkan surga.
- Berniat takut mati su'ul khatimah.
- Berniat takut hukuman, ancaman dan adzab Allah di dunia dan di akhirat.
- Berniat takut neraka dan agar dibebaskan dari api neraka.
- Dan berbagai macam niat-niat syar'i lainnya.

Berbicara tentang macam-macam niat adalah permasalahan yang sangat luas, adakalanya seseorang berniat yang ini dan adakalanya berniat yang itu. Adakalanya pula seseorang berniat lebih dari satu. Semuanya adalah diperbolehkan. Yang jelas dan pasti adalah bahwasanya inti dan tujuan dari kesemuanya adalah satu, yaitu seorang hamba berniat karena Allah, LILLAAH, dan bukan karena yang lain. Semuanya adalah realisasi dari ikhlas dan para pelakunya berada di atas jalan yang lurus, jalan petunjuk dan kebenaran.

Ada tiga niat, tujuan dan prinsip yang harus selalu menyertai seorang hamba dalam beribadah kepada Allah, yaitu hendaklah ibadah didasari oleh cinta kepada Allah disertai pengagungan, didasari rasa takut dan didasari rasa berharap. Hendaklah seorang hamba dalam beribadah kepada Allah tidak pernah terlepas dari ketiganya karena inti dan tujuan beribadah berkisar pada ketiga hal tersebut


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please Leave Comments On My Blog