Tampilkan postingan dengan label News Suriah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News Suriah. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juni 2012

Rusia mengatakan bahwa pihaknya menentang kepergian Assad


MOSKOW 
Rusia tidak akan menentang kepergian Presiden Suriah, Bashar al Assad jika keputusan itu berasal dari rakyat Suriah sendiri tanpa intervensi dari luar, Menlu Rusia, Sergei Lavrov, menyatakan pada hari Sabtu (9/6/2012).
Lavrov berbicara sehari setelah para wakilnya mengadakan konsultasi dengan utusan khusus AS, Fren Hof, di Moskow untuk mendesak transisi politik di Suriah, dimana Assad diharapkan untuk segera meninggalkan kekuasaan.

53 warga sipil muslim kembali dibantai di Homs, rakyat khawatirkan serial pembantaian


HOMS 
Juru bicara Dewan Umum Revolusi Suriah memperingatkan kemungkinan serial pembantaian yang akan dilakukan oleh militer rezim Suriah di propinsi Homs, setelah gugurnya 53 warga sipil muslim pada Sabtu (9/6/2012).
Juru bicara Dewan Umum Revolusi Suriah, Hadi Abdullah, mengingatkan kemungkinan pembantaian tersebut setelah militer rezim Suriah mengirim sedikitnya 50 tank militer dan pasukan tambahan dalam jumlah sangat besar ke propinsi Homs.

Israel selundupkan senjata ke Suriah


DAMASKUS 
Pesawat Israel sedang menyelundupkan senjata ke Suriah melalui wilayah Kurdistan, sumber Suriah menyatakan padaPress TV, Minggu (10/6/2012).
Berdasarkan sumber tersebut, Israel mengirimkan senjata ke Kurdistan di Irak dan kemudian menyelundupkannya ke Suriah dengan bantuan finansial dari Qatar.

Rabu, 06 Juni 2012

Shabiha, pasukan pembunuh loyalis Assad


Para shabiha awalnya adalah sekelompok pemeras dan penyelundup.  Tapi kini, sebagai pasukan ultra-loyalis rezim Assad, mereka telah mengambil peran yang jauh lebih haus darah, tulis Harriet Alexander dan Ruth Sherlock yang dipublikasikan oleh Telegraph.
Pintu di klinik Dr. Mousab Azzawi di pantai Mediterania Suriah, selalu terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan bantuan.  Tapi, ia beroperasi di jantung milisi shabiha yang ditakuti, beberapa pasiennya lebih suka untuk tidak menerima pengobatan.

Kesaksian mantan tentara rezim Assad atas pembantaian sadis di Al-Haulah : Saya melihat dengan mata saya sendiri


Seorang mantan petinggi senior militer Suriah menjelaskan bagaimana ia membelot dan bergabung dengan pasukan oposisi setelah menyaksikan ratusan milisi pro-Assad melakukan pembantaian yang sangat mengerikan di kota Al-Haulah baru-baru ini.
Kisah tentang Mayor Jihad Raslan ini datang seiring tim khusus PBB dikerahkan ke Suriah. Kofi Annan, kemarin, telah memperingatkan peningkatan resiko perang di Suriah. “momok perang habis-habisan dengan dimensi sectarian tumbuh dari hari ke hari,” kata Annan dalam pidatonya di perkumpulan Liga Arab.

Assad yakin akhiri krisis ?


DAMASKUS 
Presiden Suriah, Bashar Al Assada pada Minggu (3/6/2012) mengutuk pembantaian yang menewaskan lebih dari 100 orang di Houla dan berjanji untuk segara mengakhiri krisis yang sudah berlangsung selama 15 bulan jika rakyat Suriah mau bekerja sama, Reuters melansir.
"Bahkan monster sekalipun tidak melakukannya," ujar Assad.

Sabtu, 02 Juni 2012

Pembantaian baru, militer Suriah membunuh 12 pekerja sipil muslim


HOMS
Militer rezim Suriah kembali membantai warga sipil muslim pada Kamis (31/5/2012) di distrik Al-Qashir, propinsi Homs. Para korban adalah 12 pekerja sipil yang pulang dari bekerja dengan sebuah bis. Militer Suriah menghentikan bis, menangkap seluruh penumpang, dan menembak mati mereka di sebuah posko pemeriksaan.
Salah seorang aktivis Aliansi Lokal Revolusi Suriah, Salim Qubbani, melaporkan kepada AFP

Tim PBB tidak bertugas untuk menyaksikan pembantaian Suriah


DAMASKUS 
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, menyerukan Damaskus Suriah pada hari Kamis (31/5/2012) untuk menghentikan serangan, dengan mengatakan para pengamat PBB yang memantau gencatan senjata tidak ada di sana untuk menyaksikan pembunuhan orang tak bersalah.
"Kami ada di sini untuk mencatat pelanggaran dan untuk berbicara sehingga pelaku kejahatan dapat dimintai pertanggungjawaban," kata Ban pada KTT Aliansi Peradaban, sebuah forum yang mempromosikan pemahaman antara dunia Barat dan Islam, beberapa hari setelah lebih dari 100 orang dibantai di kawasan Houla Suriah.

Jumat, 01 Juni 2012

Shabiha, milisi garis keras yang membunuh atas nama Assad


Shabiha disalahkan dalam pembantaian kaum Muslimin di Houla, namun siapakah yang membayar mereka dan siapakah yang memberi perintah?
"Wanita, anak-anak, dan orang tua telah ditembak mati," ujar juru bicara Kementrian Luar Negeri rezim Suriah, Jihad Makdissi kepada wartawan pekan ini.  "Ini bukan respon dari tentara heroik Suriah," klaimnya.

Inna lillahi! Sedikitnya 15 ribu warga sipil muslim Suriah dibantai, lebih dari 1000 orang adalah anak-anak dan wanita


DAMASKUS 
 Sumber-sumber aktifis di Suriah menyebutkan pada Selasa (29/5/2012) bahwa sedikitnya 15 ribu warga sipil muslim Suriah telah dibantai oleh rezim Suriah selama 14 bulan berlangsungnya revolusi rakyat. Lebih dari 1000 korban adalah anak-anak dan wanita.
Cara militer rezim Suriah membantai anak-anak dan wanita setiap hari semakin sadis, dengan peluru tajam maupun bombardir tank dan mortar. Namun pembantaian di distrik Houla, propinsi Homs yang menewaskan sedikitnya 150 warga sipil termasuk 50 anak-anak merupakan pembantaian paling biadab. Pembantaian di Houla menuai kecaman luas dunia internasional.

Ia pura-pura mati, melumuri dirinya dengan darah saudaranya, saat pasukan loyalis Assad membunuh semua keluarganya


Ia hanya anak Muslim berusia 11 tahun, dengan izin Allah, selamat dari pembataian. Ia menggambarkan bagaimana ia melumuri dirinya sendiri dengan darah saudaranya yang dibunuh dan berpura-pura mati karena milisi loyalis Bashar Assad masuk ke rumahnya dan membunuh enam angota keluarganya pada saat pembantaian di Al-Haulah sedang berlangsung pada hari Jum’at (25/5/2012) di provinsi Homs, Suriah.
Bercerita kepada The Guardian, anak laki-laki yang baru beranjak remaja itu mengatakan bahwa pasukan rezim Assad tiba di distrik tempatnya tinggal sekitar pukul 3:00 waktu setempat pada hari Sabtu (26/5), beberapa jam setelah pemboman dan pembantaian dilakukan di Al-Haulah.

Kamis, 31 Mei 2012

Situasi di Suriah memanas, aliansi Barat mulai berbicara mengenai intervensi militer


DAMASKUS 
Situasi di Suriah tengah memanas.  Lebih dari 100 orang tewas oleh rezim Bashar al Assad dalam beberapa hari terakhir.
Pasukan rezim Alawite, pasukan paramiliter dari milisi pro-Assad, Shabiha, tank dan helikopter tempur terlibat aktif dalam pembunuhan warga sipil Suriah.
Aktivis hak asasi mannusia Suriah menunjukkan bahwa tindakan dan pernyataan oleh PBB, Liga Arab dan Barat tidak mempengaruhi pembantaian Assad di Suriah.

Diplomat Suriah diusir dari seluruh negara di dunia


DAMASKUS 
Pemerintah di seluruh dunia telah mengusir duta besar dan diplomat Suriah yang berada di negara mereka pada Selasa (29/5/2012) dalam protes terkoordinasi setelah pembantaian Muslim di Houla yang menewaskan lebih dari 108 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak pada akhir pekan lalu.
Inggris, Perancis, Jerman, AS, dan Kanada termasuk di antara mereka yang mengambil bagian dalam tindakan diplomatik global, yang datang saat laporan PBB mengatakan banyak dari korban ditembak dari jarak dekat.

Rabu, 30 Mei 2012

Iran mengonfirmasikan telah mengirim pasukan ke Suriah untuk membantu Bashar al Assad


DAMASKUS
- Iran dilaporkan telah mengonfirmasi pada Minggu (27/5/2012) bahwa mereka telah mengirim pasukan untuk membantu tindakan keras rezim Bashar al Assad terhadap pendemo anti-rezim, menambahkan bahwa negara itu pasti akan lebih berdarah jika tidak ikut campur, lapor Al Arabiya, Senin (28/5).

Kota Hama kembali dibombardir pasukan rezim



DAMASKUS
- Sejumlah aktivis Suriah menyatakan pada Senin (28/5/2012), pasukan Presiden Bashar Al Assad telah membunuh sekurangnya 14 orang, termasuk delapan anak, dalam percobaan serangan di kota Hama dalam 24 jam.
Laporan ini muncul setelah Dewan Keamanan PBB mengutuk pembantaian setidaknya 108 warga sipil, yang banyak dari mereka anak-anak, di kota Houla, pada Jumat pekan lalu.

Senin, 28 Mei 2012

LSM : Lebih dari 13.000 warga Suriah telah tewas sejak pecahnya pemberontakan


DAMASKUS
Lebih dari 13.000 orang tewas di Suriah sejak pemberontakan anti-rezim Alawite pimpinan Assad pecah pada Maret tahun lalu, ujar Rami Abdel Rahman, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia kepada AFP, Minggu (27/5/2012).
"Total 13.004 orang tewas," ujar Abdel Rahman menambahkan bahwa kebanyakan dari mereka adalah warga sipil yang berjumlah sekitar 9.183.

AS mengirim pasukan khusus ke Yordania, dalam persiapan jatuhnya rezim Assad?


Amerika Serikat (AS) nampaknya tengah mempersiapkan jatuhnya rezim Syi'ah Nushairiyah pimpinan Bashar Assad. CNNmelaporkan, mengutip sumber AS bahwa jika rezim Suriah digulingkan, akan ada 'kebutuhan mendesak' untuk mengirim pasukan dengan alasan 'untuk mengontrol senjata kimia dan biologis'.

Muslimah Suriah ikut berjihad, menyeru kaum Muslimin untuk jihad Fiisabilillah


SURIAH
Hampir setiap hari, hampir setiap menit, jiwa muslim tak bersalah gugur akibat serangan tak pandang bulu oleh pasukan pendukung rezim Syi'ah Nushairiyah pimpinan Bashar Assad. Tentara Nasional ganas Assad, milisi Syi'ah Shabihah, milisi Hizbullah (baca: Hizbul lata) dan dukungan kekuatan lainnya termasuk dari luar Suriah telah merusak bumi Islam itu dan membunuhi kaum Muslimin yang kebanyakan adalah wanita dan anak-anak tak berdosa.

Minggu, 27 Mei 2012

Innalillahi, 133 Muslim gugur dalam demonstrasi Jum'at di Suriah akibat serangan pasukan Assad

SURIAH
- Puluhan ribu kaum Muslimin Suriah pada hari Jum'at (25/5/2012) melakukan protes anti-rezim Nushairiyah besar-besaran di jalan-jalan Damaskus, pinggiran Damaskus, Homs, dan kota-kota utama lainnya, karena pasukan Bashar Assad terus melakukan kezaliman terhadap kaum Muslimin Suriah dengan menyiksa dan membunuh mereka.

19 warga sipil muslim Suriah gugur dalam demonstrasi Jum’at


DAMASKUS
Sedikitnya 19 warga sipil muslim gugur dalam demonstrasi anti rezim Nushairiyah yang berlangsung di sebagian besar Suriah, Jum’at (25/5/2012). Demikian laporan Suriah Human Rights Watch dan Aliansi Revolusi Suriah.